Refleksi Adalah

  • Whatsapp

Dalam proses pembelajaran, terdapat satu hal penting yang terkadang dilupakan padahal sebaiknya konsisten dilakukan yaitu refleksi. Konsep utama dari refleksi adalah melihat kembali proses pembelajaran yang telah dilakukan secara lebih detail.

Pengertian Refleksi dalam Pembelajaran

Pengertian-Refleksi-dalam-Pembelajaran

Istilah refleksi digunakan dalam beberapa bidang dan memiliki makna yang bervariasi tergantung dari jenis bidang tersebut. Salah satunya adalah penggunaan di bidang pendidikan khususnya pembelajaran di kelas antara guru dan siswa.

Apabila menilik KBBI, definisi refleksi adalah cerminan atau pantulan sebagai bentuk jawaban akan suatu hal yang datang dari luar. Dengan kata lain, refleksi merupakan gambaran yang berasal dari seseorang akan sesuatu yang dialami atau didapat dalam kehidupannya.

Saat dihubungkan dengan bidang pendidikan, refleksi merujuk pada umpan balik yang diberikan oleh siswa kepada guru setelah berhasil menyelesaikan proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu.

Arti ‘umpan balik’ tersebut sama saja dengan pantulan penilaian yang berasal dari siswa dan mengarah kepada guru.

Selain itu, refleksi dapat dimaknai sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan penilaian dan masukan agar proses belajar mengajar berjalan lebih baik ke depannya.

Adapun pengertian refleksi yang lebih detail adalah suatu pemikiran mendalam yang melibatkan perenungan akan apa yang sudah dilakukan, mengapa hal tersebut dilakukan, bagaimana hal tersebut terlaksana dan apa saja hasil yang didapat.

Terlihat rumit dan sulit memang, namun refleksi adalah aktivitas yang penting dalam pembelajaran bahkan dalam kehidupan secara umum demi menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat.

4 Tujuan Refleksi dalam Pembelajaran

Refleksi merupakan kegiatan yang dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Adapun tujuan utama dari pelaksanaan refleksi antara lain:

1. Mengetahui Respons Siswa Terhadap Pembelajaran

Mengetahui-Respons-Siswa-Terhadap-Pembelajaran

Melalui kegiatan refleksi, siswa dapat menuliskan kesan setelah mengikuti proses pembelajaran dengan guru yang bersangkutan. Dalam hal ini, siswa dituntut harus terbuka dan jujur sehingga kesan yang diberikan tidak dibuat-buat dan berasal dari perasaan siswa secara langsung.

Guru juga tidak boleh memaksa dan mengintimidasi siswa sehingga mereka menuliskan kesan yang baik saja. Dengan begitu, guru akan mengetahui bagaimana tanggapan siswa secara jujur  terhadap pembelajaran yang telah diberikan.

2. Mengetahui Kebutuhan Siswa secara Detail

Mengetahui-Kebutuhan-Siswa-secara-Detail

Selanjutnya, tujuan refleksi adalah guru dapat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh siswa. Sebab dalam sebuah refleksi, siswa akan menuliskan segala hal yang ia butuhkan dan harapkan terkait kegiatan belajar mengajar di kelas.

Maka dari itu, refleksi juga disebut sebagai media siswa untuk mencurahkan isi hatinya secara terbuka kepada guru. Alhasil, guru pun akan menangkap apa yang siswa harapkan dan butuhkan baik itu dari segi cara mengajar, materi, alat penunjang maupun hal lain.

3. Mengenali Minat Siswa

Mengenali-Minat-Siswa

Hasil dari refleksi pembelajaran akan membuat guru dapat mengenali minat dari para siswa. Walaupun ada siswa yang tidak mengutarakan secara langsung, namun guru pasti dapat mengetahuinya setelah menganalisis dan menyimpulkan informasi yang didapat.

4. Memetakan Kelebihan dan Kelemahan Siswa

Memetakan-Kelebihan-dan-Kelemahan-Siswa

Tujuan lain dari refleksi adalah guru mampu memahami kelebihan dan kelemahan para siswa yang ia ajar. Sebab selama refleksi, siswa menjelaskan kesan, pesan dan kendala yang mereka hadapi saat mempelajari materi tertentu.

Berdasarkan data tersebut, tentu guru menjadi paham mana siswa yang memberikan umpan balik positif serta penuh semangat dan mana siswa yang lebih banyak memberikan umpan balik berupa keluhan.

Tidak bermaksud menjadi bahan tertawaan, justru kelebihan dan kelemahan yang guru temukan nantinya akan menjadi bahan untuk mencari solusi yang terbaik.

Dengan memetakan hal tersebut, guru akan lebih mudah dalam menyusun strategi untuk menangani para siswa, menjelaskan materi dan proses lain yang dibutuhkan dalam pembelajaran.

5. Meningkatkan Mutu Pendidikan

Meningkatkan-Mutu-Pendidikan

Adapun tujuan besar dari refleksi yaitu mutu pendidikan yang semakin meningkat. Sebab dari hasil refleksi, guru akan termotivasi untuk memperbaiki kualitas diri, metode pembelajaran dan hal lain yang dapat menunjang kualitas siswa.

Manfaat Refleksi Bagi Guru dan Siswa

Refleksi memberikan manfaat tidak hanya bagi guru tetapi juga siswa karena kegiatan tersebut memang melibatkan dua pihak. Bagi guru dan siswa, kegunaan refleksi adalah:

1. Manfaat Bagi Guru

Manfaat-Bagi-Guru

  • Mengukur tingkat keberhasilan metode, teknik, strategi, pendekatan dan model pembelajaran yang telah diterapkan
  • Menentukan model, metode dan strategi pembelajaran baru yang akan diterapkan sesuai dengan refleksi yang sudah dilakukan
  • Mempersiapkan alat penunjang pembelajaran yang dibutuhkan
  • Membuat langkah-langkah pembelajaran yang lebih tepat
  • Mengelompokan siswa berdasarkan kategori tertentu
  • Menentukan bobot materi yang akan diberikan
  • Memetakan karakter siswa
  • Mengetahui bagaimana daya saing antara siswa
  • Menyadari dan mengenali materi mana yang harus lebih ditekankan
  • Mengenali kompetensi mana yang harus lebih diperkuat

2. Manfaat Bagi Siswa

Manfaat-Bagi-Siswa

  • Melatih untuk memutar kembali memori tentang apa saja materi dan aktivitas yang sudah dilakukan selama pembelajaran
  • Menjadikan siswa terbiasa untuk melakukan introspeksi diri setelah belajar berbagai materi dan apa saja yang mereka dapatkan dari pelajaran tersebut
  • Memberikan ruang bagi siswa untuk berekspresi menuangkan apa yang mereka pikirkan mengenai proses pembelajaran dan bagaimana guru menjelaskannya
  • Memberikan kesempatan untuk siswa agar mengenal dirinya sendiri dan memahami apa yang diharapkan terkait proses pembelajaran

Prinsip Refleksi Pembelajaran

Terdapat 6 hal yang menjadi pokok dasar dari pelaksanaan refleksi, yaitu:

1. Jujur

Jujur

Dengan bersikap jujur, hasil refleksi akan lebih akurat sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk perbaikan proses pembelajaran.

2. Kritis

Kritis

Dalam melakukan refleksi, baik siswa maupun guru harus bersifat kritis sehingga informasi yang diberikan cukup mendalam dan tidak setengah-tengah. Proses analisisnya pun harus dilakukan dengan tajam demi mendapatkan solusi yang praktis dan efektif.

3. Kebebasan

Kebebasan

Refleksi harus berdasarkan pada prinsip kebebasan karena tidak boleh ada intimidasi dan paksaan.

4. Menyeluruh

Menyeluruh

Sejatinya, refleksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk melihat dan menilai proses pembelajaran secara menyeluruh. Walaupun biasanya dilaksanakan pada akhir pembelajaran, sebenarnya refleksi juga bisa dilaksanakan selama pembelajaran berlangsung.

5. Berorientasi pada Kualitas

Berorientasi-pada-Kualitas

Refleksi harus dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga wajib dilakukan secara sungguh-sungguh.

6. Berkelanjutan

Berkelanjutan

Prinsip berkelanjutan merujuk pada hasil refleksi yang benar-benar ditindaklanjuti untuk menghasilkan solusi yang baik. Kemudian, solusi tersebut diharapkan bisa terus diterapkan selama proses pembelajaran.

Teknik dan Tahapan Melakukan Refleksi

Teknik-dan-Tahapan-Melakukan-Refleksi

Refleksi adalah kegiatan yang terstruktur sehingga harus ada tahapan yang dilakukan. Sebelum membahas lebih lanjut, perlu diketahui bahwa terdapat beberapa teknik yang bisa dipilih antara lain:

  • Refleksi langsung dilakukan dengan cara tanya jawab dan diskusi secara tatap muka dengan siswa mengenai pembelajaran yang sudah didapat. Guru juga bisa meminta penilaian dan saran dari sumber lain yang ada di lingkungan sekolah;
  • Refleksi tidak langsung dilakukan dengan memanfaatkan kertas sebagai media untuk mendapatkan penilaian, saran, kesan dan informasi lain kepada siswa terkait proses pembelajaran. Selain itu, pembagian angket juga merupakan alternatif yang bagus;
  • Refleksi menggunakan video dilakukan dengan memanfaatkan video sebagai alat untuk merekam proses pembelajaran dalam kelas. Nantinya, guru akan memutar ulang rekaman video dan mengamati segala yang terjadi di dalam kelas;
  • Refleksi menggunakan jurnal dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Guru mencatat apa saja kekurangan yang ada selama kegiatan belajar mengajar di kelas. Dengan begitu, guru akan lebih mudah mencari solusi untuk memperbaikinya.

Teknik tersebut tidak harus digunakan salah satunya saja. Guru boleh mengkombinasikan beberapa teknik sekaligus demi mendapatkan hasil refleksi yang lebih akurat dan komprehensif.

Adapun langkah-langkah untuk melakukan refleksi adalah:

  1. Pertama, guru membagikan secarik kertas kepada setiap siswa;
  2. Kedua, siswa mengisi kolom identitas yang meliputi nama lengkap, kelas dan nomor induk siswa;
  3. Selanjutnya, siswa menuliskan ungkapan terima kasih sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan bagi guru;
  4. Keempat, siswa menjelaskan mengenai kesan yang dirasakan setelah melalui proses pembelajaran secara jujur dan terbuka;
  5. Kelima, siswa mendeskripsikan apa saja pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada guru terkait kegiatan belajar dan mengajar;
  6. Kemudian, siswa menuliskan apa saja yang menjadi keinginan, harapan dan kebutuhan dalam proses pembelajaran ke depannya;
  7. Selanjutnya, siswa memberikan keterangan apakah hasil refleksi tersebut boleh dipublikasikan atau tidak;
  8. Terakhir, guru akan mengumpulkan hasil refleksi, mengamati, menganalisis dan melakukan tindak lanjut.

Langkah refleksi tersebut dapat juga diterapkan pada teknik langsung. Selain menanyakan informasi mengenai kesan, pesan, harapan, keinginan dan kebutuhan siswa, justru guru dapat mengorek informasi lebih banyak lagi apabila menanyakannya secara langsung.

Hanya saja, guru tidak boleh melakukan pemaksaan dan harus menciptakan suasana yang rileks sehingga siswa benar-benar menjawab setiap pertanyaan dengan terbuka serta apa adanya.

Melaksanakan refleksi adalah syarat yang penting bagi guru demi meningkatkan kualitas pembelajaran. Refleksi biasanya dilakukan setelah proses pembelajaran selesai namun bisa juga dilakukan di sela-sela pembelajaran dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada siswa.

Setiap guru yang melakukan refleksi harus memiliki kepekaan dan analisis yang baik untuk memahami informasi yang diberikan siswa. Begitu pun juga saat melakukan refleksi secara langsung, seorang guru dituntut untuk pandai melihat situasi agar tujuan refleksi dapat tercapai.

 

Lihat Juga :

Related posts