Owner Adalah

  • Whatsapp

Istilah owner memang tidak bisa dipisahkan dari dunia bisnis. Mungkin Anda juga kerap kali mendengarnya ketika mempelajari tentang bisnis. Untuk memahaminya secara jelas, simak ulasan owner adalah: pengertian, tugas, dan bedanya dengan founder CEO.

Di sebuah perusahaan, tentunya ditemukan berbagai istilah mengenai jabatan dan tugas yang diemban. Misalnya istilah owner, founder, CEO, dan CO-founder. Salah satu yang membuat penasaran adalah jabatan seorang owner di sebuah bisnis yang dijalankan.

Owner Adalah

Owner-Adalah

Owner adalah sebuah istilah dari bahasa Inggris yang sudah tidak asing disebutkan dalam percakapan sehari-hari. Jadi, pada dasarnya istilah ini belum diadopsi secara resmi ke dalam bahasa Indonesia.

Jika diterjemahkan, arti owner sendiri berarti mempunyai atau memiliki. Di bidang bisnis sendiri, seorang owner merupakan seorang pemilik dari bisnis yang dijalankan. Misalnya owner J&T Express, owner MS Glow, owner Amazon, dan lain sebagainya.

Menentukan siapa owner di sebuah bisnis akan lebih mudah jika hanya terdapat pemilik tunggal di dalamnya. Mungkin hal ini tidak akan sulit diputuskan apabila bisnis masih dalam skala kecil. Namun, bagaimana jika bisnis yang dijalankan sudah berupa perusahaan berskala besar?

Seperti yang telah diketahui, perusahaan besar tak jarang dikuasai beberapa orang sekaligus.  Dalam dunia bisnis, hal ini dikenal sebagai sebutan investor.

Di perusahaan yang memiliki investor, arti owner adalah seseorang yang memiliki perusahaan sekaligus memodalinya. Apabila owner tersebut akhirnya menjual saham perusahaannya, maka ia tidak lagi mendapat jabatan sebagai owner.

Tugas Owner

Tugas-Owner

Setelah mengetahui pengertian owner, lalu apa yang dilakukan owner di sebuah perusahaan? Tidak sedikit bisnis owner yang ikut serta dalam mengelola bisnisny, bahkan terjun langsung. Salah satu alasan utamanya adalah tidak ada orang yang mengawasi kinerja pegawainya saat ini.

Tidak hanya itu, ada juga yang khawatir jika pegawai bekerja seenaknya dan untuk mengambil keputusan tertentu saat atasan tidak ada. Pada dasarnya, hal tersebut memang wajar dilakukan. Namun, tidak bisa disebut tepat sepenuhnya juga.

Mengapa demikian? Pada dasarnya, seorang owner adalah memiliki tanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan bisnis yang dijalankan. Jadi, owner mengemban tugas untuk mengembangkan bisnis yang ada agar semakin maju. Termasuk untuk menemukan peluang dan inovasi baru.

Seorang owner harus mendelegasi tugas-tugas kepada para pegawai pada bisnis yang dijalankan. Owner akan lebih fokus dalam mengembangkan usaha jika bisa mendelegasikan tugasnya dengan baik.

Upaya yang bisa dilakukan misalnya memperluas area pemasaran dan melakukan terobosan baru. namun, tidak menutup kemungkinan hal ini akan menuntut Anda selalu mobile. Bahkan tak jarang owner yang sering meninggalkan kantor.

Namun, tentunya Anda tetap bisa memantau pegawai dan kinerjanya di kantor dari jarak jauh. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa tugas owner di sebuah bisnis berikut ini.

1. Membuat Sistem Pelaporan Berskala

Membuat-Sistem-Pelaporan-Berskala

Tugas owner yang pertama adalah membuat sistem pelaporan rutin, misalnya lapran berdasarkan kurun waktu tertentu. Laporan bisa dibuat secara harian, mingguan, maupun bulanan. Dengan demikian, hal ini bisa menjadi salah satu cara memantau kinerja pegawai.

Akan lebih baik jika Anda sudah menerapkan sistem pelaporan ini secara online. Selain mengikuti perkembangan zaman, laporan yang dilihat pun bersifat real-time. Owner pun bisa mengaksesnya dengan mudah tanpa hambatan ruang dan waktu.

2. Memanfaatkan Sistem Akuntansi Online

Memanfaatkan-Sistem-Akuntansi-Online

Adanya sistem akuntansi online mempu memberikan hak akses sesuai porsinya kepada para pegawai. Sistem ini sebaiknya memang dilengkapi fitur approvel tansaksi yang cukup lengkap. Dengan demikian, owner juga tetap bisa memantaunya.

3. Membuat Jadwal Meeting Rutin

Membuat-Jadwal-Meeting-Rutin

Menentukan jadwal pertemuan rutin merupakan hal yang tidak boleh disepelekan. Meeting ini penting dilakukan untuk  berinteraksi, brainstorming, dan menghadapi keluh kesah yang dihadapi terkait pekerjaan. Dengan demikian, akan ditemukan solusi dari setiap masalah yang ada pada divisi.

4. Mengadakan Inspeksi Dadakan

Mengadakan-Inspeksi-Dadakan

Owner juga memiliki tugas mengadakan inspeksi dadakan sewaktu-waktu. Kegiatan ini penting dilakukan untuk melihat performa pegawai secara langsung.

5. Membangun Sikap Percaya Pada Pegawai

Membangun-Sikap-Percaya-Pada-Pegawai

Bagaimana cara menumbuhkan sikap percaya pada pegawai Anda? Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan menerima ide atau masukan yang tepat demi keberlangsungan bisnis yang dijalani.

6. Memberikan Reward Pada Karyawan

Memberikan-Reward-Pada-Karyawan

Jangan lupa untuk memberikan reward pada karyawan yang berprestasi dalam mengemban tugasnya. Hal ini merupakan tanda bahwa owner benar-benar menghargai kerja keras yang dilakukan pegawai.

Tidak hanya itu hal ini juga dapat memotivasi pegawai lainnya agar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar. Pada dasarnya, karyawan memberikan kontribusi yang besar dalam perkembangan perusahaan yang Anda miliki.

Tanpa adanya karyawan, bagaimana bisnis akan berjalan dan maju secara signifikan? Oleh karena itu, sangat penting melakukan koordinasi yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman. Pastikan komunikasi dua arah berjalan dengan lancar.

Walau bagaimana pun juga untuk mencapai goal yang diharapkan, dibutuhkan kerjasama yang bagus antara owner dan pegawai. Seorang bisnis owner harus memiliki relasi yang kuat dan luas di bidangnya.

Tidak hanya itu, untuk mengemban tugas di atas juga diperlukan sifat cepat belajar dan tanggap. Terutama ketika menghadapi berbagai macam perubahan yang mempengaruhi bisnisnya. Sementara itu, para pegawai merupakan sebuah tim untuk mengupayakan goal perusahaan terwujud.

Perbedaan Owner dengan Founder, CEO, dan CO-Founder

Terkadang orang keliru membedakan owner dengan posisi lainnya di sebuah bisnis. Misalnya membedakannya dengan CEO, founder, dan CO-founder. Pada dasarnya masing-masing memiliki pengertian dan perbedaannya tersendiri, yaitu sebagai berikut.

1. CEO

CEO

CEO merupakan singkatan dari Chied Executive Officier. Pada dasarnya, seorang CEO merupakan pemimpin dari sebuah perusahaan, sedangkan kepemilikan dari bisnis tersebut memang kompleks. Jadi, CEO dapat diartikan sebagai pemimpin dari jajaran divisi yang ada di sebuah perusahaan.

Tak jarang CEO juga disamakan dengan direktur utama perusahaan. Nah, ia menjadi memiliki posisi penting sebagai pemimpin tertinggi di sebuah perusahaan yang dijalankan. Biasanya perusahaan tersebut juga memiliki dewan komisaris yang memiliki tugas tersendiri.

Jadi, seorang CEO perusahaan dipilih melalui rapat direksi oleh dewan komisaris. Jadi, CEO bukanlah orang yang memiliki sebuah perusahaan. Tugasnya adalah memimpinnya saja, itulah yang membedakannya dengan owner.

2. Founder

Founder

Istilah founder digunakan untuk seseorang yang mendirikan sebuah bisnis atau perusahaan. Namun, bisa jadi founder tersebut adalah orang yang memiliki atau hanya menjadi pencetus ide bisnisnya saja.

3. CO-founder

CO-founder

CO-founder merupakan seseorang yang membantu berdirinya suatu usaha bersama founder. Jadi, sebuah perusahaan bisa didirikan oleh beberapa orang yang membentuk tim hingga akhirnya berhasil membuat bisnis.

Ulasan mengenai owner adalah: pengertian, tugas, dan bedanya dengan CEO dan founder di atas semoga bisa menambah wawasan Anda. Terutama bagi yang sedang mempelajari hal-hal dasar mengenai bisnis dan perusahaan.

 

Tambah Wawasan Anda Dengan Membaca Pengertian Dari :

Related posts