OTP Adalah

  • Whatsapp

Perkembangan era digital yang begitu pesat tentunya membuat banyak orang sudah tidak asing dengan kode OTP. Ya, kode ini memang kerap kali dibutuhkan untuk transaksi digital. Supaya lebih paham, simak OTP adalah: pengertian, contoh, fungsi, cara melindunginya.

Meski seringkali digunakan dalam transaksi digital, namun belum semua orang memahami pentingnya merahasiakan kode OTP. Bahkan jika disalahgunakan, akibatnya bisa berupa kerugian yang cukup besar.

Pengertian Kode OTP

Pengertian-Kode-OTP

Kode OTP adalah kode yang bersifat satu kali pakai dan biasanya digunakan dalam transaksi digital. Kode jenis ini pada dasarnya diciptakan untuk alasan keamanan. Namun, saat ini sering dimanfaatkan penipu untuk memanipulasi pelanggan.

Misalnya seseroang yang menerima SMS berisi kode OTP untuk transaksi yang sebenarnya belum sempat dilakukan. Maraknya penggunaan kode OTP ini juga karena kemudahan dan kenyamanan berbagai layanan perbankan saat ini.

Bagaimana tidak, pelanggan kini bisa bertransaksi secara online secara mudah dalam hitungan detik saja. Tanpa disadari, kenyamanan ini membuat ancaman kejahatan secara online yang semakin banyak terjadi.

Kode OTP adalah kode yang biasa digunakan masyarakat di era digital untuk bertransaksi online dan daftar akun di platform tertentu. Selain itu, kode ini juga merupakan kombinasi angka yang bersifat unik dan rahasia. Kode ini biasanya diterima pelanggan melalui SMS dari bank, operator, maupun bank.

Masa berlaku kode OTP sangat singkat, biasanya paling lama hanya 5 menit. Jadi, kode ini sebagai langkah keamanan untuk mengkonfirmasi saat terjadinya transaksi online.

Contoh Penggunaan OTP dalam Transaksi

Contoh-Penggunaan-OTP-dalam-Transaksi

Salah satu penggunaan kode OTP yang banyak dilakukan adalah untuk transaksi perbankan. Misalnya seseorang yang ingin mengaktifkan layanan SMS Banking, maka pihak bank akan mengirimkan kode OTP berupa nomor unik 6 digit.

Selain itu, kode tersebut hanya berlaku untuk satu kali transaksi. Biasanya kode OTP ini dikirimkan melalui kotak masuk. Anda bisa mengakses OTP sebagai pesan pop up yang bisa dilihat. Jadi, pelanggan bisa melihatnya di notifikasi layar.

Contoh lainnya adalah penggunaan kode OTP pada aplikasi ecommerce, Tokopedia. Kode ini dikirimkan pihak Tokopedia untuk memasikan bahwa akun memang benar-benar dipegang oleh pemiliknya.

Tidak hanya itu, kode OTP ini juga dibutuhkan saat seseorang hendak mendaftar akun baru di aplikasi tersebut.

Karakteristik OTP

Kode OTP memiliki beberapa karakteristik yang bisa dipahami, yaitu sebagai berikut.

1. Penggunaannya Hanya Satu Kali

Penggunaannya-Hanya-Satu-Kali

Sesuai dengan namanya OTP atau One Time Password memang bersifat satu kali pakai. Penggunaan kode ini sangat berguna untuk mencegah berbagai kemungkinan penyadapan kata sandi.

Jika ternyata kode tersebut sudah digunakan, Anda harus meminta kode yang lainnya untuk menjalankan transaksi yang lain.

2. Hanya Berlaku dalam Rentang Waktu Tertentu

Hanya-Berlaku-dalam-Rentang-Waktu-Tertentu

Pada dasarnya, kode OTP ini memang hanya dikeluarkan berdasarkan rentang waktu yang sudah ditentukan. Misalnya ketika pengguna meminta sebuah kode OTP, maka akan dikirimkan melalui SMS maupun email.

Nantinya kode tersebut hanya berlaku beberapa menit saja. Paling lama hanya sekitar 5 menit untuk segera memasukkan kode OTP yang sudah diberikan.

3. Digunakan untuk Kepentingan Tertentu

Digunakan-untuk-Kepentingan-Tertentu

OTP ini biasanya hanya digunakan untuk kepentingan di bidang tertent saja. Misalnya ketika seseorang ingin mengubah PIN m-Banking, maka pihak bank akan mengirimkan kode OTP khusus untuk mengganti PIN layanan perbankan tersebut.

Fungsi Kode OTP

Fungsi-Kode-OTP

Kode OTP dikirimkan melalui email atau SMS oleh pihak perbankan, operator, maupun sebuah aplikasi. Hal ini dilakukan demi alasan keamanan ketika hendak bertransaksi. Jadi, kode ini digunakan untuk mengkonfirmasi login atas transaksi digital yang dilakukan.

Oleh karena itu, kode OTP ini bersifat penting dan rahasia sehingga tidak boleh diakses sembarangan. Jadi, kode ini hanya boleh diakses pemiliknya, tidak oleh orang lain. Baik kerluarga, saudara, bahkan pihak yang berkaitan dengan pengirim kode.

Apalagi untuk oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku sebagai perwakilan dari perusahaan tertentu. Maka sudah dipastikan hal tersebut merupakan penipuan yang berakibat merugikan.

Jadi, sebenarnya apa fungsi dari OTP itu sendiri? Pada dasarnya, OTP memiliki fungsi untuk menjaga data privasi penggunanya. Terutama dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang berusaha mengambil keuntungan dari privasi Anda.

Kode OTP memang relatif sangat aman dalam menjaga privasi saat bertransaksi secara digital. Mengingat kode yang dibuat secara acak sehingga meminimalisir penyalahgunaan akun. Hal ini bertujuan untuk mengamankan rekening dari penarikan tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Cara Melindungi Kode OTP

Ketika Anda mendapatkan SMS berisi kode OTP, pastikan kode tersebut tidak jatuh ke tangan yang salah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk melindungi kode ini agar transaksi bisa berlangsung lancar. Adapun cara-cara yang bisa dilakukan untuk melindungi kode ini adalah sebagai berikut.

1. Tetap Waspada dan Teliti

Tetap-Waspada-dan-Teliti

Tidak sedikit nomor asing yang menelepon calon korbannya dengan mengaku-ngaku sebagai pihak perusahaan, misalnya dari bank A. Nah, hal ini patut Anda curigai karena pihak bank pastinya menggunakan nomor dan alamat yang jelas.

Terlebih pihak bank tidak pernah menanyakan kode OTP yang sebenarnya sangat bersifat rahasia. Lagipula saat ini bank sudah membangun website sendiri sehingga memudahkan konsumennya mengetahui berbagai layanan yang diberikan.

2. Jangan Berikan Kode OTP  Pada Siapapun

Jangan-Berikan-Kode-OTP-Pada-Siapapun

Kode OTP sifatnya sangat rahasia. Anda tidak boleh memberitahunya kepada siapapun, termasuk keluarga, kerabat, teman, apalagi orang yang mengaku-ngaku dari sebuah perusahaan.

Sebaiknya, hanya diri sendiri yang dapat mengakses kode tersebut untuk mencegah celah kejahatan dan potensi penipuan yang bisa menimpa siapa saja.

3. Ganti Password dan PIN secara Berkala

Ganti-Password-dan-PIN-secara-Berkala

Usahakan untuk mengganti PIN dan password yang Anda gunakan di berbagai platform secara berkala. Nah, buatlah PIN yang unik dan berbeda dari yang pernah dipakai sebelumnya. Selain itu, pastikan PIN yang digunakan berbeda untuk setiap kartu yang dimiliki.

Hindari penggunaan PIN yang mudah dibobol oleh orang lain. Misalnya menggunakan PIN berdasarkan tanggal lahir. Hal ini tidak boleh disepelekan karena sangat mudah ditebak orang lain.

4. Jangan Biarkan Kartu Berada di Tangan Orang Lain

Jangan-Biarkan-Kartu-Berada-di-Tangan-Orang-Lain

Jangan membiarkan kartu atas nama Anda berada di tangan orang lain tanpa izin. Misalnya ketika hendak membayar belanjaan di kasir. Hal ini harus dihindari guna mencegah informasi diambil dan disalahgunakan oleh orang lain.

Meski sebagian besar kartu sudah dilengkapi teknologi chip, tetap saja ada potensi berbahaya yang bisa ditemukan. Misalnya informasi berupa nomor kartu ATM yang ternyata bisa disalahgunakan oleh orang lain.

5. Lakukan Temporary Block

Lakukan-Temporary-Block

Apabila kartu sedang tidak digunakan, sebaiknya lakukan temporary block. Jangan lupa juga menautkannya dengan aplikasi agar setiap transaksi bisa terdeteksi dengan benar. Misalnya dengan mengaktifkan layanan m-Banking di smartphone

OTP adalah kode yang sangat penting untuk berbagai transaksi digital yang banyak dilakukan saat ini. Oleh karena itu, pastikan Anda menjaga kode ini secara seksama dan jangan sampai tertipu pihak lain yang ingin menyalahgunakannya.

 

Lihat Juga :

Related posts