NUPTK Adalah

  • Whatsapp

Seperti halnya siswa yang memiliki NISN, para tenaga pengajar dan tenaga kependidikan juga memiliki identitas khusus yang disebut NUPTK. Adapun pihak yang memberikan NUPTK adalah pemerintah kepada guru maupun tenaga pendidikan formal maupun non formal.

Tenaga pendidik dan kependidikan di seluruh jenis dan jenjang pendidikan berhak mengajukan NUPTK apabila memang belum memiliki. Bagaimana persyaratan dan prosedurnya? Berikut penjelasan yang lebih terperinci mengenai hal tersebut.

Pengertian NUPTK

Pengertian-NUPTK

Kepanjangan dari NUPTK adalah Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dimiliki oleh seluruh pegawai PNS maupun Non-PNS. Dengan kata lain, NUPTK merupakan nomor yang menjadi identitas setiap PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan terdiri dari 16 digit angka unik.

NUPTK bersifat tetap yang artinya akan selalu menjadi milik seorang PTK sekalipun sudah berpindah ke sekolah lain maupun berubah status kepegawaiannya. Sebab, NUPTK merupakan tanda pengenal resmi yang melekat dan membedakan satu PTK dengan PTK lainnya.

Pihak yang menerbitkan NUPTK adalah Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) yang berada di bawah Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Terdapat 6 prinsip yang digunakan oleh Kemdikbud terkait dengan NUPTK yaitu prinsip keadilan, transparan, kepastian, efektif, efisien dan akuntabel.

Fungsi NUPTK

Fungsi-NUPTK

Sebagai nomor identitas resmi, NUPTK tentu memiliki fungsi yang penting bagi guru maupun tenaga kependidikan. Berikut beberapa fungsi utama dari NUPTK:

  1. Digunakan sebagai Identitas setiap PTK dalam menjalankan seluruh tugas yang diemban pada Satuan Pendidikan yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  2. Membantu untuk memetakan kondisi data guru dan tenaga kependidikan di lapangan;
  3. Membantu pemerintah untuk merencanakan berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan;
  4. Digunakan sebagai salah satu syarat agar PTK dapat mengikuti kegiatan maupun pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun pusat;
  5. Digunakan sebagai salah satu syarat untuk mengajukan sertifikasi;
  6. Membantu guru dan tenaga kependidikan agar mendapatkan tunjangan fungsional;
  7. Menjadi salah satu syarat untuk berpartisipasi dalam Uji Kompetensi Guru (UKG);
  8. Membantu guru untuk bisa mendapatkan beasiswa pendidikan;
  9. Digunakan sebagai syarat penting bagi guru honorer agar mendapatkan gaji.

Intinya, NUPTK adalah dokumen yang sangat penting bagi karir guru dan tenaga kependidikan. Dengan memiliki NUPTK, seorang PTK berhak untuk mengikuti seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan dari pemerintah.

Persyaratan untuk Mengajukan NUPTK

Apabila menengok ke belakang, pendataan NUPTK dilakukan sekitar tahun 2006 hingga 2009. Kemudian pada tahun 2012, Kemdikbud meluncurkan aplikasi Dapodik dan Padamu Negeri yang memudahkan pendataan sekaligus pengajuan nomor identitas.

Setelah itu, peraturan baru kembali dibuat yakni Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018. Peraturan tersebut menegaskan bahwa setiap guru dan tenaga kependidikan dapat mengajukan NUPTK melalui sistem vervalptk.data.kemdikbud.go.id.

Adapun persyaratan untuk membuat NUPTK adalah:

1. Persyaratan untuk Kepala Sekolah di Sekolah Negeri

Persyaratan-untuk-Kepala-Sekolah-di-Sekolah-Negeri-scaled

  • Surat Keterangan Pengangkatan sebagai Kepala Sekolah yang dikeluarkan secara resmi oleh Dinas Pendidikan;
  • Scan KTP asli dan berwarna yang masih berlaku;
  • Scan ijazah pendidikan SD atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMP atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMA atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah perguruan tinggi jenjang S1 atau D4 asli dan berwarna.

2. Persyaratan untuk Kepala Sekolah di Sekolah Swasta

Persyaratan-untuk-Kepala-Sekolah-di-Sekolah-Swasta

  • Surat Keterangan Pengangkatan sebagai Kepala Sekolah yang dikeluarkan secara resmi oleh Yayasan;
  • Scan KTP asli dan berwarna yang masih berlaku;
  • Scan ijazah pendidikan SD atau yang sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMP atau yang sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMA atau yang sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah perguruan tinggi jenjang S1 asli dan berwarna.

3. Persyaratan untuk Guru PNS/CPNS di Sekolah Negeri dan Swasta

Persyaratan-untuk-Guru-PNS-CPNS-di-Sekolah-Negeri-dan-Swasta

  • Surat Keterangan Pengangkatan sebagai PNS/CPNS atau Surat Keterangan Penugasan yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan;
  • Scan KTP asli dan berwarna yang masih berlaku;
  • Scan ijazah pendidikan SD atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMP atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMA atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah perguruan tinggi jenjang S1 atau D4 asli dan berwarna.

4. Persyaratan untuk Guru Non-PNS di Sekolah Negeri

Persyaratan-untuk-Guru-Non-PNS-di-Sekolah-Negeri

Surat Keterangan Pengangkatan yang bentuknya dapat berupa:

  1. Surat Keterangan Penugasan
  2. Surat Perjanjian Kontrak Kerja
  3. Surat Perintah Melaksanakan Tugas
  4. Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Bupati/Gubernur/BKD/Dinas Pendidikan
  5. Surat Keterangan Pembayaran Honorarium
  • Scan KTP asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SD atau yang sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMP atau yang sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMA atau yang sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah perguruan tinggi jenjang S1 atau D4 asli dan berwarna.

5. Persyaratan untuk Guru Non-PNS di Sekolah Swasta

Persyaratan-untuk-Guru-Non-PNS-di-Sekolah-Swasta

Surat Keterangan Pengangkatan. Adapun bentuk dari SK sebagai persyaratan pembuatan NUPTK adalah:

  1. Surat Perjanjian Kontrak Kerja
  2. Surat Penugasan
  3. Surat Pembayaran Honorarium
  4. Surat Perintah Melaksanakan Tugas
  5. Surat Keterangan yang dikeluarkan secara resmi oleh pihak terkait
  6. Surat Keterangan Penugasan dari Kepala Sekolah yang berisi pembagian jadwal mengajar atau penetapan jadwal mengajar minimal 2 tahun;
  • Scan KTP asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SD atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMP atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMA atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah perguruan tinggi jenjang S1 atau D4 asli dan berwarna.

6. Persyaratan untuk Guru Non-PNS di Sekolah Yayasan

Persyaratan-untuk-Guru-Non-PNS-di-Sekolah-Yayasan

  • Surat Keterangan Pengangkatan yang diterbitkan secara resmi oleh Ketua Yayasan dan masa berlakunya masih aktif;
  • Surat Keterangan Penugasan yang dikeluarkan langsung oleh Ketua Yayasan dan berisi penetapan jadwal mengajar paling sedikit 2 tahun terakhir;
  • Scan KTP yang asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SD atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMP atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan SMA atau sederajat asli dan berwarna;
  • Scan ijazah perguruan tinggi jenjang S1 atau D4 asli dan berwarna.

7. Persyaratan untuk Tenaga Kependidikan

Persyaratan-untuk-Tenaga-Kependidikan

  • Surat Keterangan Pengangkatan/Penugasan resmi atau sertifikat yang menyatakan penugasan di posisi tersebut;
  • Scan KTP asli dan berwarna;
  • Scan ijazah pendidikan awal hingga jenjang akhir asli dan berwarna dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Ijazah minimal lulusan SMK atau yang sederajat khusus untuk Kepala Tenaga Administrasi SD/MI/SDLB
  2. Ijazah minimal lulusan D3 atau yang sederajat khusus untuk Kepala Tenaga Administrasi SMP/MTS/SMPLB
  3. Ijazah minimal jenjang S1 khusus untuk Kepala Tenaga Administrasi SMA/MA/SMK/MAK/SMALB
  4. Ijazah minimal SMA atau yang sederajat untuk Pelaksana Urusan Administrasi Kepegawaian, Keuangan, Kesiswaan, Kurikulum, Sarana serta Prasarana

Proses Pengajuan dan Cetak Kartu NUPTK

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa pengajuan NUPTK dilakukan secara online dengan mengupload semua persyaratan yang telah ditentukan.

Panduan lengkap untuk mengajukan hingga mencetak kartu NUPTK adalah sebagai berikut:

  • Pastikan semua berkas yang menjadi persyaratan sudah terpenuhi dan discan berwarna;
  • Pastikan guru dan tenaga kependidikan belum memiliki NUPTK dan bekerja pada Satuan Pendidikan yang telah mengantongi Nomor Pokok Sekolah Nasional;
  • Pastikan guru dan tenaga kependidikan telah terdata dalam pangkalan data yang ada di laman dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id atau dapo.paud-dikmas.kemdikbud.go.id;
  • Akses laman Layanan Verval PTK di http://vervalptk.data.kemdikbud.go.id;
  • Masuk dengan menggunakan username dan password yang juga digunakan untuk akun SDM Data Kemdikbud;

Masuk-dengan-menggunakan-username-dan-password-yang-juga-digunakan-untuk-akun-SDM-Data-Kemdikbud

  • Setelah berhasil masuk, kemudian klik menu ‘NUPTK’ lalu ‘Calon Penerima NUPTK’ dan pilih nama guru atau tenaga kependidikan yang akan mengajukan nomor identitas tersebut;
  • Lanjutkan dengan mengklik pilihan ‘Upload Dokumen’;
  • Setelah semua dokumen berhasil diupload ke sistem Verval, maka akan masuk ke proses sinkronisasi untuk kemudian diproses lebih lanjut oleh PDSPK Kemdikbud;
  • Pihak PDSPK akan melakukan tahap verifikasi dan validasi terhadap semua dokumen tersebut. Prosesnya dilakukan dengan membandingkan data yang dikirim dengan data yang tersimpan di database;
  • Ketentuan dalam proses pencocokan data pembuatan NUPTK adalah:
  • Apabila status NUPTK dinyatakan valid apabila terdapat kecocokan antara data yang diupload dengan data yang tercantum pada database
  • Apabila data PTK ternyata tidak sesuai atau bahkan tidak ditemukan pada database, maka PTK tersebut akan dijadikan sebagai calon penerima NUPTK
  • Nantinya, calon penerima akan dimasukan dalam daftar dan diberitahukan untuk segera melengkapi persyaratan pengajuan NUPTK
  • Apabila proses verifikasi dan validasi selesai dengan hasil yang menyatakan bahwa pengajuan diterima, maka dapat melanjutkan ke proses selanjutnya. Bagi PTK yang pengajuannya ditolak maka akan dimasukan dalam daftar calon penerima NUPTK;
  • Verifikasi dan validasi lanjutan dilakukan oleh BPKLN, LPMP atau BP PAUD-DIKMAS melalui sistem Layanan Verval;
  • Apabila diterima, maka PDSPK akan menerbitkan NUPTK bagi PTK yang bersangkutan melalui sistem Verval tersebut. Bagi PTK yang ditolak, maka akan dikirim alasan penolakan sekaligus dimasukan dalam daftar calon penerima NUPTK;
  • Cara untuk mencetak NUPTK adalah dengan masuk ke menu ‘NUPTK’ kemudian klik ‘Kartu NUPTK’;
  • Setelah itu, pilih ‘Lihat Data’ kemudian akan terpampang nama PTK lalu masuk ke halaman yang menampilkan kartu NUPTK;
  • Cek data yang tertera pada kartu NUPTK sebelum dicetak;
  • Kemudian pilih menu ‘Print/Cetak’ atau cukup dengan menggunakan tombol shortcut Ctrl + P agar lebih cepat;

Kemudian-pilih-menu-Print-Cetak-atau-cukup-dengan-menggunakan-tombol-shortcut-Ctrl-P-agar-lebih-cepat

  • Kemudian akan muncul kotak dialog Print kemudian klik pilihan ‘Print/Cetak’. Apabila ingin menyimpan kartu dalam bentuk PDF, maka klik pada pilihan ‘Destination’ centanglah ‘Save as PDF’.

Cara Cek NUPTK

Tidak hanya saat pembuatan, pengecekan status aktif tidaknya NUPTK juga dapat dilakukan secara online. Adapun cara mengecek NUPTK adalah:

Setelah-berhasil-masuk-kemudian-ketikan-NUPTK-pada-kotak-yang-tersedia-atau-cukup-salin-saja-agar-lebih-praktis

  • Lanjutkan dengan mengklik pilihan ‘Pencarian’;
  • Tunggu sampai proses loading untuk mencari data selesai;
  • Apabila sudah selesai, maka akan muncul kotak halaman baru yaitu ‘Status NUPTK’;
  • Halaman tersebut berisi data NUPTK, nama lengkap PTK, tanggal lahir, tempat lahir, NIK dan status NUPTK. Apabila masih aktif berarti pada bagian status tertulis ‘NUPTK AKTIF (terdata di DAPODIK).

Halaman-tersebut-berisi-data-NUPTK-nama-lengkap-PTK-tanggal-lahir-tempat-lahir

Sudah jelas bahwa NUPTK adalah identitas penting dan bersifat tetap yang dimiliki oleh setiap guru dan tenaga kependidikan yang berstatus sebagai PNS maupun Non-PNS. NUPTK mempunyai banyak kegunaan terkait pencairan gaji, tunjangan maupun keikutsertaan dalam segala kegiatan.

Cara pengajuan NUPTK tidaklah sulit karena dilakukan secara online melalui laman Verval Kemdikbud. Persyaratannya pun tergolong standar karena hanya melampirkan SK Pengangkatan atau Penugasan resmi beserta identitas diri dan ijazah pendidikan awal hingga terakhir.

 

Lihat Juga :

Related posts